Emas Berjangka Kembali Naik Ditopang Pelemahan Dolar AS, Emas Dunia Makin Mahal


Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup menguat pada hari Selasa 13 Februari 2018 waktu setempat karena dolar Amerikat Serikat (AS) terus turun.

Mengutip Xinhua, Rabu (14/2/2018), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik 4 dolar AS atau 0,30 persen menjadi ditutup pada 1330,40 dolar per ons.

Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,47 persen menjadi 89,69 pada 17.42 GMT.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS turun, harga emas berjangka akan naik

Sementara itu, Indeks Dow Jones Industrial Average turun pada sesi pagi. Indeks tersebut kehilangan 83,88 poin atau 0,34 persen, pada 17.52 GMT, memberi dukungan tambahan untuk emas.

Namun, saham tersebut kemudian berbalik dari kerugian sebelumnya dan diperdagangkan di wilayah positif setelah emas berjangka menetap.

Dalam perkembangan terkait, ketua Federal Reserve baru Jerome Powell mengatakan pada hari Selasa bahwa bank sentral akan terus melanjutkan untuk menaikkan suku bunga dan mengembalikan neraca keuangannya, menyusul pemulihan global yang kuat.

Beberapa pejabat Fed telah menyatakan bahwa penurunan pasar saham baru-baru ini tidak akan memengaruhi perkiraan prospek ekonomi mereka, menandakan bank sentral akan terus menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini, sama dengan tahun 2017.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 4,2 sen dolar AS atau 0,25 persen, untuk menetap di 16,528 dolar AS per ons. Platinum untuk bulan April naik 2,90 dolar AS atau 0,30 persen, ditutup pada 975,70 dolar AS per ons.

sumber : iNews Cincin Kawin Emas